INDUSTRI PARIWISATA: Tenaga kerja difabel difasilitasi - lowongan kerja |
| INDUSTRI PARIWISATA: Tenaga kerja difabel difasilitasi Posted: 04 Jun 2012 02:24 AM PDT BANDUNG: Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung memfasilitasi penyaluran tenaga kerja berkebutuhan khusus atau difabel dalam industri pariwisata melalui bursa kerja yang juga terbuka untuk umum.
BERITA LAINNYA:
|
| Industri Pariwisata Sediakan 6.000 Lowongan Kerja Posted: 03 Jun 2012 11:40 PM PDT Bandung (ANTARA) - Sebanyak 50 perusahaan lokal dan luar negeri yang bergerak di industri pariwisata akan menyediakan lebih dari 6.000 lowongan kerja pada International Tourism and Hospitality Grand Recruitment ke-6 yang digelar Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung pada 5-6 Juni 2012. Menurut Ketua STP Bandung Noviendi Makalam di Bandung, Senin, lowongan kerja tersebut terbuka tidak hanya untuk mahasiswa lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata tetapi juga bagi masyarakat umum yang mencari pekerjaan di bidang pariwisata. "Rekrutmen ini bebas diikuti oleh mereka yang mencari pekerjaan di bidang pariwisata," ujarnya. Perusahaan yang menyediakan pekerjaan pada Grand Recruitment yang rutin digelar STP Bandung setiap tahun guna menyalurkan lulusan sekolah tinggi dan akademi pariwisata ke industri itu terdiri atas perhotelan, restoran, maskapai penerbangan, dan kapal pesiar. "Beberapa perusahaan luar negeri ikut serta dalam Grand Recruitment ini di antaranya dari Singapura dan Uni Emirat Arab," ujarnya. Ia memperkirakan acara rekrutmen tersebut akan menarik minat sekitar 2 ribu pencari kerja di bidang pariwisata yang tidak hanya berasal dari Bandung namun juga kota-kota lain. "Diperkirakan jumlah lowongan kerja yang tersedia masih lebih besar dibanding jumlah pencari kerja," ujarnya. Noviendi mengatakan pada dasarnya tenaga kerja di bidang pariwisata memang masih kurang dibanding pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia. Pada 2011, menurut dia, sektor pertumbuhan pariwisata Indonesia mencapai 11 persen dengan semakin berkembangnya jaringan hotel modern yang dikelola secara profesional di kota-kota lapis ketiga dalam peta industri pariwisata Indonesia. Sedangkan lulusan sekolah tinggi dan akademi pariwisata di Indonesia yang berjumlah 98 sekolah ditambah dengan para siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan bidang pariwisata setiap tahun berkisar 15 ribu orang. Jumlah lulusan setiap tahun itu, menurut Noviendi, hanya sekitar 60 persen yang bekerja di Indonesia sedangkan 40 persen memilih bekerja di luar negeri. "Jadi kebutuhannya memang masih besar. Karena itu kami ingin selain meningkatkan kualitas juga menambah kuantitas lulusan," demikian Noviendi. (tp) |
| You are subscribed to email updates from rss indonesia rakhma To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar