Halaman

Minggu, 30 Januari 2011

Silicon Valley di Asia Tenggara - lowongan kerja

Silicon Valley di Asia Tenggara - lowongan kerja


Silicon Valley di Asia Tenggara

Posted: 30 Jan 2011 12:29 AM PST

AKUISISI Yahoo! terhadap Koprol berarti besar. Semangat star tup lokal menebal, kesempatan semakin terbuka lebar, Indonesia pun semakin dilirik dunia. Pertanyaannya, bisakah Indonesia menjadi Silicon Valley Asia Tenggara?

Tidak ada yang tahu berapa nilai akuisisi Yahoo! terhadap Koprol, layanan jejaring sosial berbasis lokasi yang didirikan Satya Witoelar, Fajar Budiprasetyo, serta Daniel Armanto tersebut. Kabarnya, nilai akuisisinya mencapai USD1 juta (Rp9 miliar). Tapi, yang lebih menarik dari sekadar nilai akuisisi Koprol terhadap Yahoo! adalah tidak pernah terbayangkan sedikit pun sebuah perusahaan perintis (start up) Indonesia diakuisisi oleh salah satu raksasa di Silicon Valley, California, yang menjadi kiblat bisnis teknologi dunia. Saat ini seolah semua mata memandang Indonesia.

Berita akuisisi itu dipublikasikan di berbagai media internasional. Termasuk TechCrunch yang sempat datang ke Indonesia dan menyebut bahwa startup ataupun web entrepreneur di Indonesia bertumbuh secara organik seperti pada masa awal di Silicon Valley. TechCrunch adalah situs yang membahas soal startup. Bagi para web entrepreneur di Amerika, peliputan oleh TechCrunch ketika mereka meluncurkan start up mereka adalah sesuatu hal yang sangat penting dan bahkan diimpikan.

Mereka percaya bahwa jika startup mereka diliput oleh TechCrunch, start up mereka akan berhasil. Pemain bisnis internet besar baik lokal maupun internasional pun mulai kepincut untuk menginvestasikan uang mereka kepada startup lokal. Yang pertama dan paling agresif adalah East Venture dari Singapura. Pemodal yang dikomandoi Batara Eto itu sudah melakukan investasi di beberapa start up seperti situs e-commerce Tokopedia, portal gaya hidup/direktori bisnis lokal Urbanesia, mesin pencari belanja PriceArea, serta social media analytic Scraplr.

Batara Eto adalah orang Indonesia yang menjadi co-founder dan CEO dari Mixi, jejaring sosial yang sangat populer di Jepang. Jika dulu investor lokal masih ragu untuk menanamkan modalnya ke industri internet, perlahan trennya mulai bergeser. Merah Putih Inc, perusahaan inkubator digital dan teknologi yang baru saja diresmikan pada 27 Januari 2011 silam, mengaku siap untuk mendukung pertumbuhan industri teknologi dan digital untuk memajukan start up Indonesia di kancah regional, bahkan global.

”Kami ingin memastikan bahwa para start up mulai memiliki dukungan yang mereka butuhkan serta ekosistem untuk mengembangkan perusahaan. Tidak hanya dalam hal keuangan atau investasi, tapi juga monitoring, nasihat dari sudut pandang bisnis, serta model pendapatan dan pemasaran,” ujar Danny Wirianto, Chairman Merah Putih Inc. Merah Putih Inc, yang sudah memberikan dukungannya ke startup seperti Lintas Berita, Krazy Market, Info Kost, Ads On It, serta Daily Social menjadi perusahaan inkubator pertama di Indonesia dalam digital dan teknologi.

”Inkubasi” yang diberikan kepada perusahaan lain berupa pendanaan maupun strategi hingga perusahaan yang bergabung dapat mandiri. Menurut CEO Gantibaju.com Aria Rajasa Masna, kemunculan investor itu akan membantu pertumbuhan start up dalam memecahkan masalah permodalan. ”Tentu saja uang yang beredar tidak sebanyak di Amerika. Namun cukup untuk mempercepat perkembangan start up yang sudah ada,” katanya.

Dengan dukungan para investor, event pendukung, dan organisasi-organisasi tersebut, Aria memprediksi 2011 akan menjadi tahun yang sangat baik bagi start up. ”Para investor yang sudah memegang beberapa start up tersebut pasti tidak akan berhenti sampai situ dan akan terus mendukung yang baru-baru. Aria menilai, akan banyak juga investor baru yang akan masuk dalam program start up mentoring/inkubator. ”Seperti Founders Institute dari Singapura yang kabarnya akan datang Maret ini dan ada beberapa inkubator serupa yang akan dibangun di Indonesia dengan funding dari lokal dan luar,” katanya.

Dengan makin banyaknya start up, menurut Aria, lowongan pekerjaan akan menjadi semakin banyak juga. ”This is a good change mengingat sistem pendidikan dan paradigma masyarakat kita ’mengharuskan’ kita untuk hidup lurus dengan mencari pekerjaan kantoran seperti biasa,” katanya. Diharapkan dengan makin banyaknya contoh sukses, anak-anak muda akan semakin terdorong untuk mengikuti jejak untuk berwirausaha.”Saya tidak tahu akan berdampak seberapa besar, tapi saat ini jumlah entrepreneur di Indonesia tidak sampai 1% dibandingkan penduduknya. Adapun Singapura 13% dan Amerika 7%. Perkembangan ini diharapkan bisa mem-boost angka 1% itu secara signifikan,” katanya.

Rama Mamuaya, founder DailySocial.net, berpendapat bahwa industri internet memiliki potensi yang luar biasa. Menurutnya, industri internet merupakan industri yang memiliki aset maya sehingga dari sisi finansial bisa mematok margin yang sangat tinggi dibandingkan dengan layanan di industri lain. ”Sedangkan kesempatan di Indonesia masih luar biasa besar, masih banyak masalah yang menunggu untuk dipecahkan oleh para entrepreneur yang meracik solusi,” katanya.

Sebagai bagian dari UKM yang menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia, pertumbuhan dan perkembangan start up-start up lokal ini akan berdampak positif terhadap industri kreatif dan roda perekonomian Indonesia. ”Bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi Silicon Valley Asia Tenggara,” ujar Firman Nugraha, co-founder dari Tekno-Jurnal.com, blog yang berfokus pada teknologi dan start up lokal. ”Semakin banyak start up lokal, otomatis lowongan kerja pun semakin besar. Ini bisa membantu Indonesia dalam mengurangi angka pengangguran,” tambahnya.

Pentingnya Ajang Penghargaan

Berapa banyak jumlah start up di Indonesia? Sejauh ini memang belum ada data pasti yang mencatatnya. Namun, tingginya pertumbuhan dan antusiasme start up lokal ini bisa diraba dan dirasakan langsung melalui maraknya komunitas, event, serta berbagai event penghargaan kepada start up. SWAStartup dari majalah SWA, iMULAI bikinan Microsoft Indonesia, Indigo Fellowship dari Telkom, serta SparxUp Awards yang jadi kerja sama DailySocial.net dan Semut Api Colony adalah beberapa ajang penghargaan yang memberi kesempatan sekaligus dorongan untuk start up-start up baru.

”Acara-acara seperti ini sangat penting untuk menginisiasi para inovator yang belum cukup modal untuk membangun produk sekaligus memasarkannya,” ujar Rama Mamuaya, founder DailySocial.net. SparxUp Awards, lanjut Rama, memberikan uang cash dan marketing credits untuk para pemenang, cukup untuk beroperasi selama beberapa bulan untuk menyiapkan produknya sebelum mulai memasarkan.

”Akan lebih banyak juga orang yang tertarik untuk berinovasi dan berwirausaha untuk kemudian secara mikro mampu menghasilkan lapangan pekerjaan dan secara makro menciptakan sebuah negara dengan ketahanan ekonomi yang luar biasa,” paparnya. Selain SparxUp Awards, iMULAI yang sudah ketiga kalinya digelar ini termasuk event yang concern dalam memberikan infrastruktur dan mentoring untuk mentransformasi dari sekadar ide menjadi aplikasi yang siap digunakan.

Kompetisi inovasi bisnis information and communication technologies (ICT) yang diselenggarakan PT Microsoft Indonesia dan USAID itu berlangsung mulai 25 Januari hingga 20 Maret 2011 mendatang. Dituturkan Presiden Direktur Microsoft Indonesia Sutanto Hartono, Indonesia memiliki pengembang software dan perusahaan start up teknologi informasi (TI) yang sangat potensial.

”iMULAI adalah jembatan emas bagi mereka untuk menjadi pemimpin dalam inovasi TI,” katanya. Dengan juri dari kalangan pengusaha, investor, analis bisnis, pakar TI hingga pemodal seperti East Ventures, kompetisi seperti ini sangatlah penting dan berarti bagi para web enterprenur dan startup yang belum lama berdiri. Kompetisi seperti iMULAI memang memiliki peranan penting bagi pengembangan start up. Sebab, kompetisi ini kerap digunakan pemodal untuk melihat start up yang memiliki potensi dan paling penting menguntungkan.

Ketua Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI) Djarot Subiantoro mengatakan dari 1.000 rencana bisnis pengembang software skala kecil, hanya enam di antaranya yang menerima dana dari pemodal besar. Dengan kompetisi seperti inilah para web enterepreneur dan startup ini mendapat pengakuan, promosi, dan suntikan dana untuk mengembangkan produk ataupun layanan mereka. ”Pelaku-pelaku industri software Tanah Air diharapkan dapat melaju ke kancah global,” paparnya.(SINDO//mbs)

Beragam

Posted: 29 Jan 2011 09:13 PM PST

Hai, Akhir-akhir ini, di departemen saya di George Washington University ada banyak diskusi mengenai persoalan perbedaan atau keanekaragaman. Di Amerika, kami percaya bahwa sebuah tempat kerja akan diperkaya oleh keberagaman karyawan. Selain itu, ada undang-undang federal mengenai apa yang disebut Equal Employment Opportunity, yaitu setiap orang harus diberi kesempatan yang sama untuk ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar