Tentara Dilarang Kencan Online - lowongan kerja |
| Tentara Dilarang Kencan Online Posted: 28 Jun 2010 01:01 PM PDT BEIJING(SI) Tentara China tampaknya akan memiliki tugas baru. Bukan untuk berperang melawan musuh, tapi mencari jodoh setelah pemerintah melarang mereka melakukan kencan online. |
| Perebutan Posisi Pimpinan KPK. Posted: 27 Jun 2010 05:57 PM PDT Jika ada posisi jabatan apapun di negeri ini pasti menjadi ajang perebutan, apalagi jabatan politis yang sampai menimbulkan bentrok antar pendudukung. Begitu juga dengan pengisian jabatan pimpinan KPK sepeninggal Antasari Azhar karena tersangkut masalah berat, tidak lolos seleksi saja sudah mengundang protes. Yang menjadi pertanyaan adalah seleksi akhir berupa fit and proper test oleh DPR. Seperti kita ketahui, DPR itu lembaga politik yang terdiri dari wakil partai yang tentunya mempunyai agenda politik masing2 yang tentunya bukanlah pihak yang sulit diyakini netralitasnya. Bukan tidak mungkin pimpinan KPK harus pula mempunyai sifat menjilat juga, idealisme akan terganjal oleh kepentingan parpol itu. Sesungguhnya, orang2 yang mempunyai integritas dan dedikasi tinggi tidak tertarik dengan rebutan jabatan, dia akan lebih memilih melakukan pekerjaan sesuai insting dan idealismenya. Dikalangan perguruan tinggi sesungguhnya banyak orang2 yang mempunyai integritas cukup baik, paling tidak terlihat dari gaji yang pas2an tetapi tetap loyal pada tanggung jawabnya. Namun sayangnya, menjadi pengajar juga telah menjadi bidang pekerjaan, bukan panggilan sebab sempitnya lowongan pekerjaan. Sebetulnya jika para lulusan perguruan tinggi mempunyai leadership yang bagus, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri, mungkin para lulusan perguruan tinggi tidak banyak yang menganggur karena mampu menciptakan lapngan kerja. Artinya, para dosen yang bergelar profesorpun tidak dapat menanamkan sikap ledership karena mungkin ketidak mampuannya memberikan contoh nyata. Situasi ini tentunya menciptakan budaya rebutan posisi jabatan yang ada. Ada kebiasaan masyarakat kita dalam berbasa basi yang mempunyai kebiasaan menanyakan pekerjaan atau jabatan, saya sendiri kadang bingung menjawabnya karena saya sendiri tidak bekerja untuk siapa2 kecuali untuk diri saya. Demikian juga jabatan, memang dalam koresponden saya cantumkan jabatan karena memang syaratnya harus menunjukkan sebagai penanggung jawab sebuah kegiatan yang harus pula berbadan hukum. Merasa enjoy dengan cara hidup yang saya tempuh, buat apalagi cari2 jabatan jika hanya membuat kepala tambah pusing. Manusia seperti saya mungkin tergolong manusia yang tidak mempunyai integritas atau loyalitas sebab selama ini saya hanya loyal pada diri sendiri. Seperti halnya memperebutkan ketua KPK, melihat kondisi saat ini di Indonesia sangat sulit menjadi manusia yang mempunyai integritas dimata rakyat karena budayanya yang tidak mendukung. Budaya yang terbiasa melihat kesalahan orang lain sangatlah sulit melihat kesalahan pada diri sendiri. Mengaku bersalah seperti perbuatan aib bagi dirinya sehingga siapapun akan berusaha sekuat tenaga menutup kesalahannya. Termasuk para pengacara yang memang tugasnya harus membela klienya, tidak heran pada akhirnya ada pengacara yang terlibat perkara karena membela dengan melanggar hukum juga. Hal ini bisa terjadi karena dunianya seperti itu dan akan tersingkir apabila melawan arus. Yang menjadi pertanyaan kita semua, katakanlah para calon ketua KPK itu adalah orang2 yang sukses, tetapi sukses di Indonesia kita semua sudah faham bagaimana kiat sukses di Indonesia yang harus pandai bersiasat, integritas seperti apa yang dibutuhkan dalam situasi seperti ini ?. Oleh karena itu, integritas yang diperlukan adalah integritas yang penuh pengertian terhadap kepentingan yang paling berkuasa, bukan kepada rakyat. Sebab, seperti kita tahu,jika menjadi pengusaha, untuk mendapat proyek atau fasilitas harus mempunyai atensi kepada penguasa, juga menjadi pengacara, kalau semua pengacara mau jujur adakah yang menang tanpa uang. Demikian juga pejabat karier, sudah pasti injak bawah sanjung atas dengan kesenangan jika jabatan mau aman dan karier lancar. Menjadi orang yang Jujur ?. Masih dianggap orang gila karena tidak umum. Melihat situasinya, wajar saja menjadi ketua KPK menjadi rebutan karena yang dibutuhkan cuma integritas dan syarat formal sedangkan pertanggungan jawab pada tugas, masih melihat pada kekuasaan, bukan pada rakyat. Karena yang senang jabatan adalah mereka2 yang pandai bersiasat, segala cara juga dapat ditempuh dengan menunjukkan integritas yang sesuai harapan yang mempunyai keputusan. Yang lolos seleksi sementara tersenyum, yang tidak lolos protes, tapi masih bersukur mereka tidak membawa masa sehingga tidak terjadi demo membela jagoannya. |
| You are subscribed to email updates from rss indonesia rakhma To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar