Halaman

Rabu, 12 Mei 2010

Nyalon Ketua KPK Jangan Nekat (okezone)

JAKARTA - Panitia Seleksi Calon Ketua KPK pekan depan mulai bekerja untuk memilih calon-calon unggulan yang akan mejadi orang nomor satu di komisi antikorupsi itu.

Menteri Hukum dan HAM Patrialias Akbar dalam rapat dengan Komisi III DPR mengungkapkan posisi ketua KPK merupakan jabatan tidak seperti orang pekerja, karena itu posisi ketua KPK merupakan pengabdian lahir dan batin.

“Perlu diingat ini (Ketua KPK) bukan tempat kerja. Artinya dia tidak punya kerjaan dan ini benar-benar pengabdian lahir dan batin,” ujar Patrialis saat rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (12/5/2010).

Karena itu, lanjut Patrialis, posisi ini ibaratnya bukan untuk orang yang menganggur.

“Jadi ibaratnya orang yang menganggur lalu melihat ada lowongan, serta mencalonkan diri untuk menjadi Ketua KPK. Itu hal yang nekat. Itu bisa jadi akan membuat negara rusak,” tuturnya.

Patrialis menjelaskan bola pertama untuk memilih ada di tangan pemerintah. Nantinya pemerintah akan menyeleksi sekian nama yang masuk menjadi dua orang. Kemudian bola selanjutnya dimainkan DPR yang memilih siapa dari kedua orang tersebut yang cocok menjadi Ketua KPK.

Patrialis menjamin rekrutmen pemilihan Ketua KPK berlangsung dengan tranparan. Mengenai tenggat waktu, dia menyatakan bahwa dalam undang-undang tidak menentukan pembatasan waktu.

“Nantinya calon ketua KPK yang akan disaring ada dua orang yang akan diajukan ke DPR dan DPR yang memilih di antara kedua orang tersebut. Tentu saja masa jabatannya agak lama untuk Ketua KPK. Pergantian Ketua KPK pertengahan 2011,” jelasnya.
(ton)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar